Mengenal Berbagai Jenis Akta Pendirian di Indonesia

0
64
Mengenal Berbagai Jenis Akta Pendirian di Indonesia

Mengenal Berbagai Jenis Akta Pendirian di IndonesiaAkta pendirian atau yang kerap disebut sebagai akta notaris merupakan suatu dokumen resmi yang dikeluarkan oleh notaris sesuai dengan hukum dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia. Selain sebagai prosedur dari berbagai urusan, akta notaris juga sebagai alat bukti tertulis atau surat pembuktian utama yang memiliki kekuatan hukum sehingga bisa digunakan sebagai alat bukti di persidangan.

Jenis-jenis Akta Pendirian di Indonesia

Di Indonesia sendiri terdapat berbagai jenis akta pendirian yang bisa Anda buat sesuai dengan kebutuhan. Akta tersebut biasanya digunakan untuk pendirian badan usaha seperti Perseroan Terbatas (PT), firma, CV dan sebagainya. Akta yang dikeluarkan juga berbeda-beda tergantung dengan jenis badan usaha yang akan dibuat. Berikut beberapa contoh akta yang kerap ditemui.

Baca juga:

Apakah Saat Ini SIUP Adalah Dokumen Yang Penting?

1. Akta Notaris Pendirian Perusahaan Perseroan Terbatas

Perseroan terbatas merupakan salah satu badan usaha yang didirikan untuk memperoleh keuntungan. Untuk membuat akta tersebut dibutuhkan banyak sekali syarat dan informasi termasuk identitas dan kesepakatan dari pihak-pihak yang terlibat dalam pembuatan perseroan terbatas tersebut. Selain itu, informasi soal anggaran dasar serta tujuan dari perseroan terbatas juga wajib dibuat karena akan digunakan untuk disahkan di Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Tanpa adanya hal tersebut, perseroan terbatas yang dibuat tidak bisa menyandang status badan hukum dan legalitas.

2. Akta Pendirian CV

Saat ini, untuk mengurus dokumen ini Anda harus pergi ke notaris dan pengesahan akta ini juga harus dilakukan oleh Kemenkumham. Namun, sebelum membuatnya Anda mesti melakukan booking nama lebih dulu. Setelah itu, Anda tinggal menyiapkan persyaratan-persyaratan yang diperlukan seperti fotokopi KTP, KK, kartu NPWP, pembayaran PBB, surat bukti kepemilikan, surat keterangan domisili, foto bangunan kantor beserta keterangan zonasi kantor Anda.

Baca Juga:  Tips Berkebun di Rumah: dari Sekedar Hobi hingga Raup Ratusan Juta

3. Akta Pendirian Usaha dalam Bentuk Dagang

Tidak seperti akta lainnya, akta jenis ini tidak ada ketentuan dimana harus dibuat. Umumnya, usaha dagang perorangan tidak diperlukan akta pendirian usaha. Namun, jika  usaha yang didirikan berkaitan dengan kerjasama, maka akta pendirian akan sangat dibutuhkan. Selain itu, jika Anda ingin mengubah badan usaha menjadi badan hukum maka Anda bisa membuat dokumen tersebut ke notaris agar memiliki kekuatan hukum yang lebih mengikat.

4. Akta Pendirian Yayasan

Untuk membuat dokumen ini, terdapat 3 langkah yang harus dilakukan. Ketiganya adalah melengkapi persyaratan, pengesahan dan terakhir adalah pengumuman. Khusus untuk yayasan pendidikan, terdapat beberapa berkas-berkas yang harus ditambahkan seperti KTP pembina, pendiri, pengurus dan pengawas yayasan, NPWP, daftar aset kekayaan dan sebagainya.

5. Akta Pendirian Perkumpulan

Yang dimaksud perkumpulan disini adalah sebuah organisasi masyarakat yang memiliki badan hukum, memiliki anggota serta memiliki aset kekayaan. Untuk bisa mendapatkan dokumen tersebut, sebuah perkumpulan setidaknya memiliki jumlah anggota lebih dari 3 orang serta membutuhkan juga akta pendirian koperasi. Oleh sebab itu, perkumpulan yang dibentuk sebaiknya didasarkan pada persamaan visi, misi, kegiatan dan tujuan.

Tujuan Akta Pendirian Usaha

Diantara kelima jenis akta pendirian tersebut, akta pendirian usaha merupakan jenis dokumen yang paling banyak ditemui. Dalam prosesnya, pembuatan akta jenis ini cukup memakan waktu karena membutuhkan berbagai persiapan, tanda tangan dari pendiri perusahaan, notaris, saksi serta harus didaftarkan ke Pengadilan Negeri setempat. 

Walaupun terkesan rumit namun tujuan dari dokumen ini akan membantu Anda sebagai pendiri usaha. Hal ini dikarenakan akta pendirian bisa digunakan untuk mengantisipasi berbagai hal yang tidak diinginkan seperti perselisihan internal dan memberikan kejelasan status kepemilikan badan usaha.

Demikian penjelasan singkat mengenai jenis-jenis akta pendirian yang ada di Indonesia beserta tujuan dari pendirian akta tersebut. Semoda dapat menjawab pertanyaan rekan-rekan dan dapat menambah wawasan. Share artikel sederhana ini ke kerabat dan keluarga jika kalian menemukan manfaatnya. Sekian dan terima kasih.

Baca juga:

Tips Menghindari Penipuan Kwitansi Kosong yang Wajib Anda Tahu

Baca Juga:  Waralaba DOKAR (Donat Bakar), Potensi dan Peluang Usaha Menjanjikan di Indonesia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here