Jangan Sampai Salah Kira, Amortisasi Adalah Hal Yang Biasa

0
66
Amortisasi Adalah

Jangan Sampai Salah Kira, Amortisasi Adalah Hal Yang BiasaAmortisasi adalah salah satu istilah yang sangat jarang digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sangat mudah dimaklumi karena istilah tersebut kebanyakan digunakan dalam dunia bisnis, akuntansi atau keuangan. Lalu, apa sebenarnya amortisasi tersebut? Apakah hal tersebut wajib untuk diketahui masyarakat awam secara umum dan apa fungsinya bagi Anda?

Amortisasi adalah Pengurangan Nilai

Secara sederhana, amortisasi dapat disebut sebagai pengurangan nilai aktivitas tidak berwujud dari suatu aset yang dimiliki. Walaupun memiliki arti pengurangan tapi amortisasi sangat berbeda dari depresiasi (penyusutan) sehingga Anda tidak bisa menyamakan keduanya. Namun, perlu Anda ketahui jika amortisasi dan depresiasi masih memiliki kaitan satu sama lain.

Sebagai salah satu prosedur akuntansi, amortisasi memiliki peranan yang sangat penting dalam mengetahui kondisi dan laporan keuangan suatu perusahaan. Hal ini dikarenakan amortisasi merupakan prosedur pelunasan hutang secara bertahap yang dilakukan selama periode tertentu. Salah satu contoh yang paling umum adalah pembayaran tagihan bulanan pada tagihan-tagihan seperti KPR, kredit kendaraan, pinjaman bank dan sebagainya.

Baca juga:

Mengenal Berbagai Jenis Akta Pendirian di Indonesia

Mengenal Keuntungan Dan Kerugian Dari Investasi Apartemen

Aturan Amortisasi

Sebagai salah satu istilah yang digunakan dalam dunia usaha, amortisasi ternyata memiliki aturan tersendiri. Namun, aturan tersebut hanya mencakup amortisasi pengeluaran dalam mendapatkan harta tidak berwujud dan pengeluaran lain yang mencakup bidang usaha tertentu kecuali badan usaha yang termasuk dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor PMK 248/PMK.03/2008. Kriteria badan usaha yang dimaksud adalah sebagai berikut.

  1. Bidang kehutanan, berupa kawasan hutan industry dan hasil produksinya yang bisa diproduksi berkali-kali dan baru menghasilkan atau panen setelah ditanam lebih dari 1 tahun.
  2. Bidang perkebunan tanaman keras, usaha perkebunan tanaman yang bisa dipanen berkali-kali dan baru menghasilkan atau panen setelah ditanam lebih dari 1 tahun.
  3. Bidang peternakan, usaha dimana ternak dapat diproduksi berkali-kali namun baru dapat dijual setelah dipelihara lebih dari 1 tahun.
Baca Juga:  Berani Berbisnis Cara Mudah Budidaya Jamur Tiram agar Berhasil Panen

Bagaimana Menghitung Amortisasi?

Penghitungan amortisasi di Indonesia diatur berdasarkan pasal 11A ayat UU Nomor 36 Tahun 2008 Tentang Pajak Penghasilan, metode amortisasi yang bisa digunakan atau dipraktekan antara lain adalah sebagai berikut:

1. Metode garis lurus (straight line method)

Metode ini banyak digunakan menghitung amortisasi harta tidak berwujud dengan cara menerapkan tarif amortisasi pengeluaran selama periode manfaat yang ditetapkan. Untuk mempermudah, perhatikan contoh kasus di bawah ini.

Sebuah perusahaan melakukan pengeluaran sebesar Rp 10 juta pada tahun 2019 lalu. Pengeluaran tersebut bertujuan untuk memperoleh hak lisensi suatu produk selama 4 tahun. Lalu, berapa amortisasi hak lisensi yang sudah dibayarkan?

Jawaban:

Amortisasi pada 2019 sebesar 25% x 10.000.000 = 2.500.000

Amortisasi pada 2020 sebesar 25% x 10.000.000 = 2.500.000

Amortisasi pada 2021 sebesar 25% x 10.000.000 = 2.500.000

Amortisasi pada 2022 sebesar 25% x 10.000.000 = 2.500.000

2. Metode saldo menurun (decline balance method)

Berbeda dengan sebelumnya, metode ini digunakan untuk menghitung amortisasi dalam bagian menurun dengan cara menerapkan tarif amortisasi pada nilai sisa buku di akhir masa manfaat. Untuk lebih jelasnya perhatikan penyelesaian dari contoh kasus sebelumnya.

Amortisasi pada 2019 sebesar 50% x 10.000.000 = 5.000.000

Amortisasi pada 2020 sebesar 50% x 10.000.000 = 5.000.000

 50% x 5.000.000 = 2.500.000

Amortisasi pada 2021 sebesar 50% x (5.000.000- 2.500.000) = 1.250.000

Amortisasi pada 2022 sebesar 2.500.000-1.250.000 = 1.250.000

Kedua metode tersebut harus dilakukan secara konsisten dan taat azas. Pengeluaran dilakukan sebelum perusahaan atau badan usaha melakukan kegiatan operasional secara komersial dimana kegiatan tersebut memiliki masa manfaat lebih dari 1 tahun. Walaupun terlihat cukup rumit namun sejatinya amortisasi adalah hal yang wajar terjadi dan kerap ditemui sehari-hari.

Demikian pengertian amortisasi yang dapat saya sampaikan kali ini. Bagi teman-teman yang ingin bertanya silakan isi kolom komentar yang ada dibawah. Jangan lupa untuk bagikan pula artikel ini ke keluarga dan kerabat kalian. Sekian dan terima kasih.

Baca juga:

Tips Menghindari Penipuan Kwitansi Kosong yang Wajib Anda Tahu

Ada Kendala BLT Tenaga Kerja? Inilah Nomor Call Center BPJS Ketenagakerjaan Yang Bisa Dihubungi

Baca Juga:  Bisnis Online Ini Bisa Dijalankan Dengan Seorang Diri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here