Panduan Budidaya Ikan, 3 Indikator Ikan Terserang Penyakit

0
163
Panduan Budidaya Ikan, 3 Indikator Ikan Terserang Penyakit

Panduan Budidaya Ikan, 3 Indikator Ikan Terserang Penyakit – Adanya serangan penyakit pada ikan memang sulit dideteksi, karena ikan bersifat aktif bergerak, populasi ikan yang dipelihara cukup banyak, kadang kala kolam air kurang jernih, atau penyebab serangannya tidak terlihat.

Untuk mencegah kerugian yang lebih besar, sebaiknya serangan penyakit pada ikan dideteksi sedini mungkin. Salah satu cara tepat untuk mendeteksi adanya serangan penyakit adalah memperhatikan tanda-tanda ikan sakit.

Berikut ini adalah 3 Indikator Ikan Terserang Penyakit yaitu :

Kondisi Media Budidaya

Salah satu indikator adanya serangan penyakit tertentu dapat dilihat dari terjadinya perubahan kondisi pada media budidaya. Perubahan fisik media budidaya dapat terjadi karna perubahan suhu, derajat kesamaan (ph), kesadahan, kandungan oksigen, atau kekeruhan air. Perubahan fisik dapat berpengaruh atau tidak langsung terhadap serangan penyakit bagi ikan peliharaan. Ikan yang terlihat melompat-lompat hendak keluar dari permukaan merupakan indikator terjadinya peningkatan suhu air, sehinga ikan menjadi tidak betah. Dan saat ikan berkumpul di permukaan air, terutama pada dini hari. Hal ini dikarenakan berkurangnya kandungan oksigen didalam air yang menyebabkan ikan sulit bernapas.

Meningkatnya kandungan amonia, gas beracun, dan limbah kimiawi merupakan komponen yang dapat menyebabkan perubahan kimiawi media budidaya. Terjadinya kematian masal ikan peliharaan menjadi indikator utama perubahan kimia media budidaya yang disebabkan oleh meningkatnya amonia. Peristiwa ini sering terjadi pada ikan yang dipelihara dalam jaringan apung, seperti waduk, dan cirata.

Baca juga:

Perubahan warna media budidaya merupakan indikator perubahan biologis. Media budidaya yang ditumbuhi plankton akan berwarna spesifik sesuai jenis planktonnya. Perubahan warna air disebabkan populasi plankton hijau yang mengalami kematian daan digantikan oleh plankton jenis lain yang memiliki warna lain. Kematian plankton dapat disebabkan pertumbuhan yang luar biasa dari plankton tersebut sehingga menimbulkan efek peneduhan. Kematian plankton juga dapat terjadi karena kalah bersaing dengan plankton lain atau perubahan cuaca.

Efek peneduhan terjadi apabila pertumbuhan plankton sangat luar biasa sehingga membentuk lapisan tebal dipermukaan air. Akibatnya plankton dan tanaman air yang tumbuh di lapisan lebih dalam kurang mendapatkan cahaya matahar sehingga tidak dapat melaukan fotosintesis dan akhirnya mati.

Kematian plankton secara masal menyebabkan ikan kehilangan pakan alami, terutama bagi ikan yang berukuran kecil atau ikan pemakan plankton. Kematian plankton dalam jumlah besar, menyebabkan plankton yang mengendap didasar kolam akan mengalami proses pembusukan. Proses ini melibatkan mikroba dan membutuhkan oksigen dalam jumlah besar yang diambil dari lingkungan sekelilingnya kondisi ini dapat menyebabkan ikan peliharaan mengalami kekurangan oksigen. Selain itu, proses pembusukan plankton menghasilkan amonia dan hidrogen sulfida. Kedua senyawa ini memiliki efek beracun bagi ikan.

Tingkah Laku Ikan

Gerakan ikan menjadi dapat menjadi indikator utama adanya serangan penyakit pada ikan, baik menjadi agresif atau sebaliknya. Apabila gerakanya agresif, kemungkinan kolam mulai tidak mendukung bagi kehidupan ikan. Kondisi dapat disebabkan oleh peningkatan suhu atau penurunan derajat keasaman (pH) secara tiba-tiba, persaingan untuk mendapatkan pakan,atau isi kolam yang terlalu padat.

Apabila ikan cenderung melompat-lompat tidak teratur ingin keluar dari kolam, besar kemungkinan terjadi peningkatan suhu, penurunan pH, atau akumulasi senyawa beracun. Apabila terlihat ikan yang berukuran besar mengejar yang lebih kecil, maka kemungkinan karena terjadi kekurangan pakan. Bagi jenis ikan yang senang hidupnya menyendiri, seperti udang galah jantan, akan terlihat agresif apabila populasinya terlalu padat. Sebaliknya bagi ikan yang senang hidupnya bergerombol, seperti ikan mas, apabila terserang penyakit cenderung akan memisahkan diri dari kelompoknya.

Gerakan ikan yang menjadi lambat juga merupakan indikator bahwa ikan terserang penyakit. Gerakan ikan menjadi lambat dapat disebabkan karena cacat akibat lolos dari serangan predator, kekurangan oksigen, atau terserang patogen, ikan yang lolos dari serangan predatordan mengalami luka cukup parah biasanya menjadi lambat gerakannya.

Tanda-tanda lainnya yang menunjukan ikan terserang penyakit adalah adanya bercak merah, bercak putih, bisul, adanya jamur, ingsang terlihat pucat, dan lendirnya berkurang atau tidak merata. Apabila ikan banyak yang mati, berarti kolam mengandung racun.

Kondisi Ikan

Bagi ikan yang berwarna gelap, perubahan kulit menjadi pucat dan banyak lendir merupakan indikator utama bahwa ikan terserang penyakit. Perubahan kulit dapat disebabkan karena konsentrasi warna pigmennya berkurang, serangan jamur yang menimbulkan bercak kelabu atau putih, atau mungkin tertutup lendir. Ikan yang terserang jamur biasanya menggosok-gosokan badanya pada benda-benda disekitarnya.

Ikan yang ingsangnya terserang penyakit akan sulit bernapas. Terjadinya serangan penyakit pada ingsang dapat diketahui karena terjadinya perubahan warna ingsang menjadi lebih pucat, tutup ingsang (operculume) tidak bisa mengatup secara sempurna. Biasanya juga lembaran-lembaran ingsang (lamella) terlihat bintik merah yang menandakan terjadinya pendarahan kecil (peradangan) atau terlihat parasit yang menempel di lembaran ingsang.

Serangan pada organ bagian dalam dapat diketahui apabila perut ikan membesar, kadang disertai sisik yang berdiri. Sering juga mengakibatan perut ikan mengecil disertai kotorannya berdarah, apabila terjadi radang usus. Serangan pada gelembung renang dapat menyebabkan keseimbangan ikan terganggu.

Ikan yang menderita luka atau mengalami serangan patogen atau parasit dalam jumlah besar cenderung gerakanya melambat. Bila jumlah populasi ikan peliharaan terlalu padat atau pakan yang tersedia kurang memadai dapat menyebabkan sifat agresif ikan meningkat.

Demikianlah tadi 3 Indikator Ikan Terserang Penyakit yang perlu anda cermati, agar dapat dideteksi secepat mungkin untuk menghindari kerugian yang lebih besar. Anda bisa melihat panduan budidaya ikan lainnya dari Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya disini.

Artikel lainnya:

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here